Kalo kupikir sebenernya bukan gaji sih ya, karena kita belomkerja, lebih tepat kalo kita bilang uang saku, iya kan? Tapi tak ada salahnya juga kan, soalnya aku lebih suka menyebutnya gaji. haha
Oke, kita sedang membahas uang sejumlah Rp50.000,00 yang merupakan hak dari mahasiswa STAN tingkat 3 per bulannnya, tapi pencairannya dilakukan tiga bulan sekali. Nah untuk kelasku kebetulan cair kemaren, tepatnya pukul 16.00 setelah kuliah bahasa Indonesia.
Sebenernya banyak kejadian yang bisa melenyapkan senyumku kemaren itu dan hari ini, tapi pada kenyataannya, uang Rp150.000,00 ini yang secara nominal memang tidak material, bisa membuatku sumringah 2 hari ini. haha (tapi beneran seneng banget lho aku). Tentu saja tak berlebihan, soalnya yang ku liat temen2 sekelas and temen2 kos juga merasakan hal yang sama.
Temen sebangku kemaren jadi agak manyun gara2 komentarnya Ibu dosen BI yang kurang menyenangkan, mukanya langsung berubah cerah kebiru2an pas pegang uangnya. haha uangnya kan 50 ribuan semua. Lagi, temen kos ku menceritakan hal yang sama sejak kemarin coba, sangking antusiasnya, hal yang sama kawan, sudah kuhitung munking sekitar 4 kali, tentang momen gaji pertama itu. Yah sudah kubilangkan ini tidak berlebihan, benar2 menyenangkan.
Jadi akan kuapakan tiga lembar 50 ribu ini ya? Tentu saja tidak semudah itu untuk memutuskannya, soalnya ketika ada hal yang kita anggap spesial, pasti justru kita akan sulit untuk menentukan reaksi atau tindakan yang akan kita ambil (kalo ini kayaknya berlebihan). Jadi pikiran pertamaku adalah, melaminating tiga lembar uang itu, trus dibawahnya ditulis besar2.
"INI GAJI PERTAMA LHO"
Maksudnya biar jadi pajangan dan kenang2an gitu. :P tapi setelah kupikir lagi, sepertinya kurang masuk akal ya, sayang sekali kan, kalo uangnya gak digunakan. Baiklah, kuputuskan untuk beli tiket pulang kampung sajalah, sisanya nanti mungkin beli mie ayam atau sate. Ternyata sederhana saja ya kan? haha
Oh, ada lagi info mengejutkan, ternyata ada yang gak dapet uang rapelan lho, tentu saja aku juga terkejut, jadi kenapa? Nah, menurut temen2 kos ku yang salah satunya ada yang jadi ketua kelas, katanya untuk anak yang udah terlanjur libur n udah ada dikampung - jelas gak bisa tanda tangan penerimaan kan - nah uangnya itu gak bisa dicairkan. Katanya lumayan banyak juga lho yang gak dapet. :( Kasian sekali kalo kupikir, padahal menurutku sepele sekali masalahnya ini, kenapa tidak dicairkan saja dulu lalu kemudian ketua kelas yang menyimpan lalu setelah masuk lagi baru diserahkan. Tapi entahlah, mungkin tidak sesederhana itu ya?
Anyway mari kita berpikiran positif rekan-rekan sekalian, bahwa uang yang gagal sampai ditangan mahasiswa dapat kembali dengan aman ke kas negara. :D
Selamat Liburan Buat Rekan2 DIII Reguler STAN ya !!!
yang pulang kampung jangan lupa oleh2 nya besok ya !!!
yang pulang kampung jangan lupa oleh2 nya besok ya !!!
jundi554
(^0^)/






0 komentar:
Posting Komentar